selamat datang

Budaya, Fisik, Sosial, Inspiratif & Inovatif
Tampilkan postingan dengan label dindin hasanudin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dindin hasanudin. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Etika Protestan karangan dan semangat kapitalisme


RESENSI BUKU

Judul                           : Etika Protestan karangan dan semangat kapitalisme
Pengarang                   : Max weber
Penerbit                       : Pustaka Promethea
Tahun terbit                 : September 2000
Tempat terbit               : Surabaya
Tebal buku                  : 458  halaman+ cover 10 halaman
            Buku ini menjelaskan tentang bagaimana pengaruh agama dalam dunia dan menjadikan semangat bagi masyarakat protestan dan kapitalis. Landasan apa yang mendasari lahirnya kapitalis, semangat dan pola pikir seperti apa yang menyebabkan calvinisme lahir dan menjadi semangat bagi protestan untuk melakukan ekspansi kapitalis sebagai sistem perekonomian yang diperhitungkan di dunia. Dalam buku ini pula terdapat berbagai faham dan paradigma yang mendunia seperti positivistis, konstruktivistis,dan kritis. Di jelaskan pula bahwa calvinisme mendasari lahirnya faham-faham kapitalis dan etika protestan. Dan banyak hal menarik lain yang akan di jelaskan dalam buku ini.
            Secara rincinya di dalam bab pertama dijelaskan tentang masalah afiliasi agama dan stratifikasi sosial, bahasan ini mengenai adanya perbedaan pandangan dan prinsip antara penganut katolik dan protestan tentang masalah duniawi yang berakar pada hukum gereja yang penganut katolik menganggap bahwa menghukum yang bidah dan mengampuni para pendosa dan itu berarti sesuatu yang bidah adalah pandangan protestan, karena mereka lebih mengedepankan bisnis daripada ajaran agama, serta mencampur dominasi dunia dengan bisnis. Menurut weber bahwa agama itu merupakan sumber pertentangan, khususnya katolik dan protestan.
            Perbedaan pandangan ini juga terlihat dalam hal pendidikkan, orang-orang katolik lebih menyukai pelatihan-pelatihan dan bekerja di pemerintahan dan lulusan pendidikkan dari penganut katolik lebih sedikit di banding protestan dan ini menyebabkan adanya stratifikasi sosial, sedangkan kaum protestan lebih menyukai bekerja pada bagian administratif perusahaan, dan para penganut katolik kalah bersaing dalam dunia kerja, karena hal ini terlihat dari banyaknya pemuda protestan yang memiliki skill dalam industri-industri modern. Dalam pandangan ini pendidikkan yang dipengaruhi oleh lingkungan agama akan mempengaruhi dalam  hal memilih pekerjaan, yang artinya ada pemenuhan kebutuhan yang ahrus di prioritaskan dalam penentuan pilihan atas pertimbangan rasio agama.
            Orang-orang katolik terkesan asketis dalam mencapai cita-cita hidupnya sehingga membuat penganutnya mengabaikan kehidupan dunia sedangkan kaum protestan lebih berfaham materialistis dan mengedepankan sekularisasi dalam cita-cita dan pandangan hidupnya, yang artinya mencampur kepentingan agama dengan dunia. Dalam hal ini menyebabkan protestan lebih maju dalam 3 hal di bandingkan bangsa lain yaitu : spiritual, perdagangan dan kebebasan. Serta adanyan kombinasi antara kesucian yang yang besar yaitu agama dengan adanya suatu perkembangan bisnis yang lebih maju.
            Pada bagian selanjutnya di jelaskan mengenai suatu semangat kapitalisme yang tergambar dalam suatu perhitungan bisnis, yang dalam bahasan ini ada suatu perkataan yang berbunyi lebih suka makan enak atau tidur enak, sebenarnya perkataan tersebut merupakan suatu prinsip yang dianut oleh protestan dan katolik, bagi kaum protestan mereka lebih menyukai makan enak dan mereka berpandangan utilitarianisme yang artinya baik bagi banyak orang dan memiliki alasan pembenaran yang kuat, sedangkan prinsip katolik mereka lebih menyukai tidur yang nyaman, menurut kaum protestan jika manusia bermalas-malasan dia bukan hanya kehilangan waktu namun juga kehilangan berbagai keuntungan yang mungkin dia dapatkan pada hari itu karena uang tersebut dapat diputar menjadi berlipat keuntungan.
Faktor lain yag dapat memberi keuntungan adalah kejujuran manusia karena kejujuran akan membawa manusia pada suatu keuntungan yang menimbulkan kepercayaan dari orang lain dan hal ini merupakan suatu pandangan positivistis, orang akan lebih terbuka dalam memberikan bantuan pada orang yang jujur dan tepat waktu
Apa yang di jelaskan diatas merupakan gambaran dari suatu semangat kapitalisme untuk terus bekerja , semangat yang sesungguhnya bukan berbicara untuk kesuksesan didunia, hal ini hanya merupakan etika , jika dipandang oleh Max weber dari segi etika protestan dan calvinisme. Sedangkan dari segi Kapitalisme mereka menjauhkan hal ini dari pandangan Eudoonistik, bahwa semua yang mereka lakukan di dunia adalah sebagai tujuan akhir yaitu usaha untuk mencari harta, serta hedonistis karena semua kebahagiaannya berdifat irasional.
            Kapitalisme selalu mendapat perlawanan dari Tradisionalisme yang merupakan sikap mutlak manusia dan kapitalisme mencoba merubah pola pikir tersebut dengan menurunkan teori ekonominya yaitu dengan menurunkan upah maka akan diperoleh pekerjaan yang meningkat ini merupakan suatu bentuk paradigma kritis.
Kapitalistik merupakan perjuangan untuk mendapatkan keuntungan yang bebas dari batasan-batasan yang di tentukan oleh kebutuhan-kebutuhan, sebab dalam makna kapitalisme terdapat perbedaan makna kebutuhan dan keuntungan oleh karena itu kebutuhan tersebut akan membatasi keuntungan, selain itu usaha untuk mendapatkan keuntungan yang di lakukan oleh kaum kapitalisme merupakan usaha yang rasional dan sesuatu yang nyata dalam konsep ekonomi.
Bagi kaum kapitalis agama hanya sebagai alat untuk menarik mereka dari kerja kehidupan dunia dan tentu akan membuat gelisah tentang kehidupan akhirat, tujuan utama kapitalisme adalah keuntungan sosial dan material.
            Bahasan selanjutnya mnegenai konsep Luther mengenai Panggilan, apa sih yang di maksud dengan konsep panggilan?
Panggilan merupakan kewajiban setiap individu di dunia untuk melakukan tugas atau kewajiban sesuai dengan tingkat kedudukkannya  masing-masing di dunia dan dengan tidak melampaui nilai moral duniawi, panggilan merupakan sesuatu yang sudah lazim dan sudah seharusnya dilakukan, menurut penganut protestan panggilan merupakan sesuatu yang harus di terima sebagai suatu peraturan ilahi, dalam hal ini katolik memiliki suatu musuh yang nyata yaitu katolik, dalam anggapannya bahnwa kapitalisme merupakan kreasi dari reformasi, yang di maksud dari reformasi disini adalah perubahan sistem ekonomi yang berkembang.
            Lutheranistis tidak lepas dari Tradisionalistis yang selalu berpegang pada ketaatan pada peraturan Ilahi dan dalam perkembangannya akan bertentangan dengan kebudayaan moderan dan calvinisme, karena kebudayaan modern lebih mengutamakan duniawi di bandingkan ketaatan agama, hal ini merupakan prinsip dasar protestan yang lebih materialis dan berpegang pada duniawi.
            Bahasan selanjutnya mengenai konsep keagamaan dari askese duniawi, dalam bahasan ini akan di jelaskan beberapa faktor yang mempngarui konsep keagaan dari askese duniawi yaitu : calvinisme, Pietisme, Metodisme, dan sekte-sekte yang tumbuh dari kaum baktis.
Calvinisme merupakan suatu faham yang berpandangan bahwa Tuhan tidak hidup atau ada bagi manusia tetapi manusialah yang hidup atau ada demi Tuhan dan dunia ada untuk melayani kemuliaan Tuhan, serta Tuhan mnghendaki adanya pencapaian sosial dalam dunia. Dan itu berarti calvinisme berpendapat bahwa kesuksesan kehidupan sosial di dunia adalah gambaran kehidupan akhirat, kesuksesan di dunia merupakan penebus dosa-dosa bagi orang-orang yang tidak terpilih, dan hal ini membuat manusia menjadi tidak tenang sehigga untuk mencari ketenangan itu dan kepastian kehidupan akhirat mereka bekerja dengan rajin, dan hal ini merupakan gambaran eudomonisme.
Pietisme merupakan pandangan yang berbeda dari calvinisme yang menganggap bahwa manusia bekerja untuk keselamatan dan kesejahteraan kehidupan di dunia, dan bukan untuk kehidupan di akhirat, dan pietisme memisahkan antara kepentingan dunia dengan akhirat menjadi sebuah ketaatan pada ilahi.
Metodisme merupakan kombinasi antara jenis keagamaan yang emosional tetapi asketis dengan sikap apatis yang meningkat atau sikap penolakkan terhadap dasar-dasar dogmatis dari askese calvinistis, makna yang emosional disini bararti bahwa para penganut metodisme harus memiliki rasa menyesal terhadap dosa-dosa mereka  dan berharap untuk mendapatkan pengampunan, sehingga membutuhkan perjuangan emosional dalam hal ini sama dengan hukuman nilai dan norma sosial yang hanya tertanam di dalam jiwa manusia dan akan menghilangkan rasa ketenangan. Dan adanya dosa sebagai bukti logis dari rahmat ilahi. Di dalam metodisme sendiri sama halnya dengan pietisme yang mengandung pandangan ketidak pastian tentang akhirat.
Sekte-sekte baptis, karakter yang di anut dari baptis adalah tenang, moderat, dan sangat taat terhadap keagamaannya, mereka juga tidak memiliki pemikiran mengenai kehidupan politik mereka lebih pada pandangan yang bersifat kebajikan-kebajikan dan melupakan hal-hal duniawi. pada perkembangannyan penganut baptis akan mengikuti alur calvinisme,  apa yang menjadi prinsip dari pemikiran baptis adalah mendengarkan aadanya suara Tuhan sebagai panggilan hidup, yang akan menjadi tujuan utama manusia dan hal ini menjadi semangat kapitalisme.
Bahasan selanjutnya mengenai Askese dan semangat Kapialisme,
Askese pada zaman ini dirasakan lebih tajam di bandingkan pada paham calvinisme, pada zaman ini orang-orang bekerja bukan untuk mencari kekayaan namun mereka lebih untuk menjalankan perintah Tuhan yaitu untuk dapat lebih memuliakan Tuhan dengan waktu yang ada dan dimiliki serta tidak ada waktu untuk bersantai sebab bersantai merupakan dosa besar, mereka mulai melupakan eudomonisme yang di terapkan pada masa calvinisme saat ini tujuan akhir mereka adalah memuliakan Tuhan dan mendapat rahmatnya dan hal ini merupakan suatu pandangan yang positivistis, pada masa ini mereka lebih menganut utilitarianisme murni yang akan membawa kebahagiaan yang besar bagi banyak orang nantinya dan secara pertimbangan moral dapat dibenarkan, mereka lebih melihat hambatan-hambatan apa yang ada pada harta mereka dan bagaimana mereka mendapatkan hartanya tersebut yang pada masa calvinisme semua itu tidak ada hal ini menunjang lahirnya semangat kapitalisme yang menjadi satu sistem perekonomian yang cukup menjanjikan di dunia.  
            Apa yang mendasari adanya konsep panggilan luthering adalah adanya faham calvinisme.  Mereka juga menolak adanya mamonisme yaitu faham yang berpandangan bahwa usaha-usaha yang dilakukan oleh mereka adalah usaha untuk memperkaya diri mereka sebab kekayaan itu sesungguhnya adalah godaan bagi manusia, banyak orang yang tersesat dalam hal kepemilikan kekayaan. Pandangan ini merupakan suatu hal yang konstruktivistis bahwa tidak semua orang yang melakuan usaha untuk memperkaya diri adalah adalah suatu kesalahan dan ketamakan, karena banyak dari masyarakat yang kaya namun dermawan bagi kepentingan sosial. Selain itu pada kebanyakan masyarakat berpikir bahwa orang-orang yang serius dan percaya bahwa kerja dan industri merupakan kewajiban kepada Tuhan, hal ini merupakan suatu pandangan positivistis. Pada zaman ini etika, moral dan kebijaksanaan yang dulu pada masa calvinisme tidak ada ingin coba untuk ditanamkan lagi.
            Buku ini merupakan buku yang sangat baik dan layak untuk di baca dan menjadi pegangan bagi mahasiswa sosial sebab buku ini dengan detail menjelaskan bagaimana etika protestan dan lahirnya kapitalisme tersebut, namun bahasa yang digunakan terkesan tinggi dan sulit untuk di fahami secara harfiah, banyak istilah sosial dan asing di dalamnya.

Jumat, 27 Mei 2011

kuamang kuning

kuamang kuning adalah satu dari beberapa daerah di provinsi jambi, yang terletak di kabupaten Muara bungo, kuamang kuning merupakan daerah trans, yang terdiri atas 20 unit atau desa, transmigrasi yang di lakukan pada tahun 1985 ini merupakan transmigrasi bedol desa,dari provinsi di jawa.

penghasilan utama di kuamang kuning adalah dari perkebunan kelapa sawit, namun ada sebagian yang berkebun karet secara minoritas, suku daerah yang menjadi penduduk di kuamang adalah pendatang (jawa,sunda,batak,padang,dan suku asli jambi).



Di sana juga terdapat suku asli yaitu suku kubu yang masih bersifat nomaden dan masih            mempertahankan         budaya nenek moyangnya, suku kubu memeiliki kebiasaan berpindah-pindah (nomaden), mereka hidup dari berburu hewan di hutan dan kemudian menjualnya ke pedagang pasar tradisional, satu hal yang menarik dari suku kubu ini adalah, mereka akan meninggalkan tempat tinggalnya apabila ada salah satu anggota keluarganya yang sakit atau meninggal, karena mereka merasa takut terhadap orang yang meninggal, mereka akan meninggalkan mayat tersebut di dalam rumah tempat dia tinggal atau menggantungnya.
suku kubu ini merupakan orang yang berasal dari kerajaan jambi, yang melarikan diri ke hutan dan hinnga sekarang tidak mau berbaur dengan masyarakat luar. Konon, pada zaman Kerajaan Jambi diperintah oleh Putri Selaras Pinang Masak, kerajaan diserang oleh Orang Kayo Hitam yang menguasai Ujung Jabung (Selat Berhala). Serangan itu membuat Jambi kewalahan. Untuk itu, Ratu Jambi yang notabene adalah keturunan Kerajaan Minangkabau mohon bantuan kepada Raja Pagaruyung. Dan, Sang Raja memperkenankan permohonannya dengan mengirimkan pasukan ke Jambi melalui jalan darat (menyusuri hutan belantara). Suatu saat ketika sampai di Bukit Duabelas mereka kehabisan bekal, padahal sudah jauh dari Pagaruyung dan masih jauh dari Jambi. Kemudian, mereka bermusyawarah dan hasilnya kesepakatan untuk tetap tinggal di tempat tersebut, dengan pertimbangan jika kembali ke Pagaruyung disamping malu juga bukan hal yang mustahil akan dihukum oleh rajanya. Sementara itu, jika meneruskan perjalanan ke Jambi disamping masih jauh juga bekal tidak ada lagi. Kemudian, mereka bersumpah untuk tetap tinggal di tempat itu dengan ketentuan siapa saja melanggarnya akan terkutuk dan hidupnya sengsara. Sumpah itu adalah sebagai berikut:
“Ke mudik dikutuk Rajo Minangkabau, ke hilir kena kutuk Rajo Jambi, ke atas tidak berpucuk, di tengah-tengah dimakan kumbang, kebawah tidak berurat, ditimpo kayu punggur” (Kembali ke Minangkabau dikutuk Raja Minangkabau, ke hilir dikutuk Raja Jambi, ke atas tidak berpucuk, di tengah-tengah dimakan, kumbang, ke bawah tidak berakar, ditimpa kayu lapuk).
Para tentara Pagaruyung yang membawa isteri dan tersest di Bukit Duabelas itulah yang kemudian menurunkan orang Kubu. Terpilihnya bukit ini sangat beralasan karena di sana banyak batu-batu besar yang sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai benteng. Selain itu, di sana asa sumber air dan sungai-sungai kecil yang menyediakan berbagai jenis ikan yang sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan hidup mereka.
itu merupakan asal usul mengenai suku kubu namun masih ada versi lainnya selain deskripsi ini.
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.
Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan.
Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke agama Islam

KEHIDUPAN SOSIAL
kehidupan sosial masyarakat di kuamang masih sangat baik, pola budaya gotong royong masih tetap di pertahankan, penerapan inovasi di sana pun masih berjalan, kepala desa di pilih melalui pemilihan oleh masyarakat secara demokrasi, di kuamang kuning kepala desa di sebut rio, taraf pendidikkan di sana cukup baik, karena taraf perekonomian yang sudah semakin berkembang, dengan otonomi daerah yang berlaku, sehingga kebijakan yang di tanamkan dapat lebih berjalan.
pada masa awal di bukanya daerah kuamang kuning presiden RI ke dua bapak jendral purn. Suharto pernah berkunjung ke kuamang kuning.

dalam hal daerah wisata kuamang kuning tidak begitu memiliki daerah wisata yang baik dan banyak hanya kehidupan alam yang masih cukup asri, dan udara yag masih segar.

saya merasa bangga menjadi bagian dari kuamang kuning...teruslah maju kuamang kunng..........

Jumat, 11 Maret 2011

kesehatan

 MANFAAT AIR EMBUN LENGKUAS

(lengkuas)

               Lengkuas dengan bahasa latin (Alpinia galanga, Linn) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah.  
Batangnya terdiri dari susunan pelepah daun. Daunnya bulat panjang dimana daun bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja sedang bagian atas lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada ujung tumbuhan
            Lengkuas atau laos ada yang berimpang putih, ada pula yang berimpang merah. Yang merah ukurannya lebih besar dan khasiatnya untuk obat Iebih banyak.
Tanaman ini memiliki batang semu seperti jahe, tapi tingginya bisa sampai 2 m. Daunnya pun lebih melebar. Lengkuas yang subur panjang daunnya bisa setengah meter dan lebarnya 15 cm.
              Dalam kehidupan tradisional banyak tumbuh-tumbuhan yang mengandung manfaat untuk kesehatan,dan salah satunya adalah tanaman lengkuas,ini bukan hasil sebuah penelitian ilmiah namun ini adalah sebuah hasil pengalaman dari masyarakat yang telah menggunakan manfaat tumbuhan ini,air yang diserap dari tumbuhan ini memiliki manfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti : panas tinggi (demam),batuk,dll.dan saya sendiri telah merasakn manfaat dari tuumbuhan ini.
              cara mengambil manfaat tumbuhan ini adalah dengan cara sbb :
  1. .potong batang pohon lengkuas bagian atas sedikit di bawah tangkai daun.
  2. masukan sisa potongan batang pohon lengkuas yang masih hidup itu kedalam botol
  3. ikat dengan menggunakan tali,jangan sampai botol tumpah
  4. biarkan hingga satu malam .
lakukan hal ini pada sore hari agar pada pagi harinya air serapan embun tersebut dapat di konsumsi,dan minum langsung pada pagi hari secara berturut-turut.

MANFAAT LAINNYA :

      
Kandungan dan Manfaat umbi Lengkuas:
Mengandung minyak atsiri antara lain : galangol, galangin, alpinen, kamfer, methyl-cinnamate. Lengkuas berkhasiat anti jamur, anti bakteri, menghangatkan, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mengencerkan dahak, mengharumkan, merangsang otot dan konon berkhasiat aprodisiak.
Beberapa Khasiat dari Lengkuas dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit,