selamat datang

Budaya, Fisik, Sosial, Inspiratif & Inovatif

Selasa, 14 Juni 2011

Demokrasi Dan Halaman publik

Demokrasi memiliki banyak baju dalam penerapan suatu negara, namun sesungguhnya makna demokrasi itu sama yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, dari zaman nenek atau kakek kita mungkin ketika kita menanyakan apa itu demorasi, mungkin mereka akan berpikir demokrasi itu jenis upacara apa atau jenis makanan ap, namun jika kita menanyakan harapan mereka terhadap  sistem negara, mereka pasti akan dapat mejawab mereka menginginkan sebuah pemerintahan yang adil, sejahtera da mengayomi masyarakatnya. sebuah kehidupan yang tidak sewenang-wenang yang di batasi oleh suatu hal (undang-undang) .
Demokrasi merupakan sebuah faham yang mengatasnamakan rakyat sebagai pemilik kekuasaan tertinggi, dan pemerintah sebagai badan eksekutif yang menjalankan pemerintahan namun di batasi oleh undang-undang.
Kita pasti pernah mendengar sebuah konsepan demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila, karena ketiga konsep demokrasi tersebut pernah di jalankan dalam sistem pemerintahan kita, dan ketiga konsepan demokrasi tersebut mengalami kelemahan dalam pengaplikasiannya, dalam demokrasi kelemahannya adalah pancasila pada akhir-akhir ini nilai-nilai ideologi pancasila yang di tanamkan dalam jiwa masyarakat kita sudah mulai luntur, kia telah lebih banyak melakukan penyerapan kulturasi barat, yang dalam pemikiran masyarakat awam lebih memilik ketahanan adapasi di banding nilai-nilai pancasila kita, serta dengan adanya modernisasi masyarakat merasa belum cukup mampu untuk meberikan filter budaya atau melakukan akulturasi seperti yang telah di lakukan oleh nenek moyang kita dulu. padahal nilai-nilai pancasila tersebut di ambil dari definisi nilai dan norma bangsa kita sendiri yang pastinya memiliki ketahanan terhadap arus globalisasi, semua ini terjadi karena pemahaman makna pancasila yang mulai luntur di jiwa anak bangsa walaupun masih tetap di pelajari di lembaga pendidikkan.
sebab lain, pola demokrasi yang di jalankan dalam kebijakan pemerintah merupakan pola demokrasi langsung, yang sebenarnya menurut Aristoeles sendiri melarang suatu negara untuk menerapkan sebuah demokrasi langsung, karena akibat yang akan di timbulkan akan membentuk konflik dan fanatisme yang berkelanjutan, adanya penerapan demokrasi langsung menyebabkan kesulitan dalam sistem pemilihan anggota pemerintahan, karena hak pilih di berikan kepada masyarakat baik masyarakat lower class hingga upper class, padahal masyarakat pinggiran belum tentu memiliki pemahaman mengenai siapa-siapa calon tersebut, dan ideologi apa yang di bawanya, yang masyarakat pinggiran tahu hanyalah bagimana mereka akan memiliki kecukupan pemenuhan kebutuhannya, tanpa tahu sistem apa yang akan di gunakan,sementara masyarakat upper class berebut untuk menanamkan pengaruh dalam pemerintahannya.

Dan selain itu adanya perilaku berpindah-pindah partai dalam kehidupan politik yang di lakukan oleh elit politik, padahal ideologi yang di anut antar masing-masing partai itu berbeda, lalu apa yang mereka cari dari perilaku tersebut?...sebuah kenyamanan politik, karena adanya kebutuhan golongan yang tidak terpenuhi, atau tujuan lainnya. jadi terjadi adanya inkonsistensi tehadap satu partai, padahal dalam sebuah politik itu memiliki tiga modal yaitu :
1. modal sosial
2. modal politik
3.modal ekonomi
Para elit politik harus memiliki ketiga modal tersebut, teruama bagi mereka yang akan mencalonkan diri dalam sebuah pemilihan umum atau kepala daerah, biasanya modal politik dan ekonomi telah di miliki oleh para calon incomebent.
Dalam realita politik sebuah partai politik tidak akan mampu memperjuangkan semua kelas, karena pasti akan ada golongan lain yang di korbankan, karena kebutuhan kelas itu bermacam-macam yang tidak akan pernah mempu di penuhi semuanya walaupun dengan cara pegkalsifikasian kelas, namun ketika mereka memperjuangkan suatu kelas mereka mereka harus memiliki etika politik dan harus memuliki sikap yang konsisten, artinya walaupun mereka memerjuangkan suatu kelas anggota politiknya, mereka harus mampu meminimalisir kerugian pada kelas lainnya,bukan melakukan esploitasi terhadap kelas yang tidak di perjuangkan.
Jadi ada baiknya jika tidak diterapkan demokrasi langsung dalam sebuah negara tersebut, karena yang di cari adalah mufakat bukan suara terbanyak, dan ada perbedaan makna antara demokrasi dan musyawarah yang di anut dalam ideologi pancasila, bahwa dalam sebuah demokrasi belum tentu akan di temui sebuah mufakat, namun dalam musyawarah akan selalu di temui mufakat dan demokrasi........

Jumat, 27 Mei 2011

kuamang kuning

kuamang kuning adalah satu dari beberapa daerah di provinsi jambi, yang terletak di kabupaten Muara bungo, kuamang kuning merupakan daerah trans, yang terdiri atas 20 unit atau desa, transmigrasi yang di lakukan pada tahun 1985 ini merupakan transmigrasi bedol desa,dari provinsi di jawa.

penghasilan utama di kuamang kuning adalah dari perkebunan kelapa sawit, namun ada sebagian yang berkebun karet secara minoritas, suku daerah yang menjadi penduduk di kuamang adalah pendatang (jawa,sunda,batak,padang,dan suku asli jambi).



Di sana juga terdapat suku asli yaitu suku kubu yang masih bersifat nomaden dan masih            mempertahankan         budaya nenek moyangnya, suku kubu memeiliki kebiasaan berpindah-pindah (nomaden), mereka hidup dari berburu hewan di hutan dan kemudian menjualnya ke pedagang pasar tradisional, satu hal yang menarik dari suku kubu ini adalah, mereka akan meninggalkan tempat tinggalnya apabila ada salah satu anggota keluarganya yang sakit atau meninggal, karena mereka merasa takut terhadap orang yang meninggal, mereka akan meninggalkan mayat tersebut di dalam rumah tempat dia tinggal atau menggantungnya.
suku kubu ini merupakan orang yang berasal dari kerajaan jambi, yang melarikan diri ke hutan dan hinnga sekarang tidak mau berbaur dengan masyarakat luar. Konon, pada zaman Kerajaan Jambi diperintah oleh Putri Selaras Pinang Masak, kerajaan diserang oleh Orang Kayo Hitam yang menguasai Ujung Jabung (Selat Berhala). Serangan itu membuat Jambi kewalahan. Untuk itu, Ratu Jambi yang notabene adalah keturunan Kerajaan Minangkabau mohon bantuan kepada Raja Pagaruyung. Dan, Sang Raja memperkenankan permohonannya dengan mengirimkan pasukan ke Jambi melalui jalan darat (menyusuri hutan belantara). Suatu saat ketika sampai di Bukit Duabelas mereka kehabisan bekal, padahal sudah jauh dari Pagaruyung dan masih jauh dari Jambi. Kemudian, mereka bermusyawarah dan hasilnya kesepakatan untuk tetap tinggal di tempat tersebut, dengan pertimbangan jika kembali ke Pagaruyung disamping malu juga bukan hal yang mustahil akan dihukum oleh rajanya. Sementara itu, jika meneruskan perjalanan ke Jambi disamping masih jauh juga bekal tidak ada lagi. Kemudian, mereka bersumpah untuk tetap tinggal di tempat itu dengan ketentuan siapa saja melanggarnya akan terkutuk dan hidupnya sengsara. Sumpah itu adalah sebagai berikut:
“Ke mudik dikutuk Rajo Minangkabau, ke hilir kena kutuk Rajo Jambi, ke atas tidak berpucuk, di tengah-tengah dimakan kumbang, kebawah tidak berurat, ditimpo kayu punggur” (Kembali ke Minangkabau dikutuk Raja Minangkabau, ke hilir dikutuk Raja Jambi, ke atas tidak berpucuk, di tengah-tengah dimakan, kumbang, ke bawah tidak berakar, ditimpa kayu lapuk).
Para tentara Pagaruyung yang membawa isteri dan tersest di Bukit Duabelas itulah yang kemudian menurunkan orang Kubu. Terpilihnya bukit ini sangat beralasan karena di sana banyak batu-batu besar yang sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai benteng. Selain itu, di sana asa sumber air dan sungai-sungai kecil yang menyediakan berbagai jenis ikan yang sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan hidup mereka.
itu merupakan asal usul mengenai suku kubu namun masih ada versi lainnya selain deskripsi ini.
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.
Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan.
Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme, tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke agama Islam

KEHIDUPAN SOSIAL
kehidupan sosial masyarakat di kuamang masih sangat baik, pola budaya gotong royong masih tetap di pertahankan, penerapan inovasi di sana pun masih berjalan, kepala desa di pilih melalui pemilihan oleh masyarakat secara demokrasi, di kuamang kuning kepala desa di sebut rio, taraf pendidikkan di sana cukup baik, karena taraf perekonomian yang sudah semakin berkembang, dengan otonomi daerah yang berlaku, sehingga kebijakan yang di tanamkan dapat lebih berjalan.
pada masa awal di bukanya daerah kuamang kuning presiden RI ke dua bapak jendral purn. Suharto pernah berkunjung ke kuamang kuning.

dalam hal daerah wisata kuamang kuning tidak begitu memiliki daerah wisata yang baik dan banyak hanya kehidupan alam yang masih cukup asri, dan udara yag masih segar.

saya merasa bangga menjadi bagian dari kuamang kuning...teruslah maju kuamang kunng..........

Jumat, 11 Maret 2011

kesehatan

 MANFAAT AIR EMBUN LENGKUAS

(lengkuas)

               Lengkuas dengan bahasa latin (Alpinia galanga, Linn) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah.  
Batangnya terdiri dari susunan pelepah daun. Daunnya bulat panjang dimana daun bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja sedang bagian atas lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada ujung tumbuhan
            Lengkuas atau laos ada yang berimpang putih, ada pula yang berimpang merah. Yang merah ukurannya lebih besar dan khasiatnya untuk obat Iebih banyak.
Tanaman ini memiliki batang semu seperti jahe, tapi tingginya bisa sampai 2 m. Daunnya pun lebih melebar. Lengkuas yang subur panjang daunnya bisa setengah meter dan lebarnya 15 cm.
              Dalam kehidupan tradisional banyak tumbuh-tumbuhan yang mengandung manfaat untuk kesehatan,dan salah satunya adalah tanaman lengkuas,ini bukan hasil sebuah penelitian ilmiah namun ini adalah sebuah hasil pengalaman dari masyarakat yang telah menggunakan manfaat tumbuhan ini,air yang diserap dari tumbuhan ini memiliki manfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti : panas tinggi (demam),batuk,dll.dan saya sendiri telah merasakn manfaat dari tuumbuhan ini.
              cara mengambil manfaat tumbuhan ini adalah dengan cara sbb :
  1. .potong batang pohon lengkuas bagian atas sedikit di bawah tangkai daun.
  2. masukan sisa potongan batang pohon lengkuas yang masih hidup itu kedalam botol
  3. ikat dengan menggunakan tali,jangan sampai botol tumpah
  4. biarkan hingga satu malam .
lakukan hal ini pada sore hari agar pada pagi harinya air serapan embun tersebut dapat di konsumsi,dan minum langsung pada pagi hari secara berturut-turut.

MANFAAT LAINNYA :

      
Kandungan dan Manfaat umbi Lengkuas:
Mengandung minyak atsiri antara lain : galangol, galangin, alpinen, kamfer, methyl-cinnamate. Lengkuas berkhasiat anti jamur, anti bakteri, menghangatkan, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mengencerkan dahak, mengharumkan, merangsang otot dan konon berkhasiat aprodisiak.
Beberapa Khasiat dari Lengkuas dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit,